Selamat Datang Ke Blog Imajinasiku Blog Ini Semua Beritanya Tentang Palestina Dan Saya Minta Commentnya Yaa

Menurut Anda Bagaimana Blog Ini


Hallo Nama Saya Reza Yg Kini Kelas 5 Yg Akan Naik Kelas Ke Kelas 6,Dan Bagi Pembaca Blog Ini Saya Minta Commentnya Yaa

Cari Blog Ini

Laman

Powered By Blogger

Sabtu, 01 Mei 2010

Bentrokan di al Quds Karena Pelecehan Nabi Oleh Pemukim Yahudi

Alquds – Infopalestina: Sebuah bentrokan sengit terjadi Sabtu (24/4) malam antara warga al Quds dan pendatang pemukim Yahudi di kampung Syaikh Jarah di kota al Quds, setelah para pemukim pendatang Yahudi melakukan pelecehan terhadap Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam, untuk memprovokasi perasaan kaum muslimin di kawasan.

Sekitar 120 pemukim pendatang Zionis menyerbu kampung Syaikh Jarah di timur al Quds, dengan dalih menunaikan ritual Talmud. Mereka meneriakkan slogan-slogan yang melecehkan Islam dan kaum muslimin dan menghina Rasulullah Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam.

Salah seorang penuduk kampung Syaikh Jarah, Nasher al Ghawi, menegaskan warga terprovokasi oleh tindakan para pemukim pendatang Zionis. Sementara para pemuda berbondang-bondong dari seluruh al Quds menuju lokasi untuk membela Nabi mereka.

Para saksi mata mengatakan puluhan warga al Quds menghadang para pemukim pendatang Zionis untuk menghentikan aksi provokasi mereka. Hal ini mengakibatkan terjadinya bentrokan tangan dan tongkat antara mereka. pasukan Israel dalam jumlah besar segera dikerahkan dan menyerang warga Palestina al Quds untuk memberikan perlindungan kepada para pemukim pendatang Zionis.

Disebutkan sejumlah pemukim Zionis terluka akibat terkena pukulan tongkat dan batu dari warga kampung Syaikh Jarah. Sumber-sumber lokal menegaskan listrik di sebagian lokasi yag dikuasai pemukim Zionis padam. Diperkirakan warga melakukan pemutusan kabel listrik ke daerah tersebut sebagai aksi balasan atas penghinaan terhadap Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam.

Jihad Islam Tegaskan Sikapnya Selaras dengan Hamas

Damaskus – Infopalestina: Wakil Sekretaris Jenderal Gerakan Jihad Islam Ziyad Nakhala mengatakan, "Ada keselarasan dan terkoordinasi di lapangan dalam sikap dengan Gerakan Perlawanan Islam Hamas. Dia mengungkapkan ada usaha untuk membentuk tim operasi untuk memimpin periode mendatang."

Nakhala menyerukan untuk perumusan kembali draf proposal rekonsiliasi yang diajukan Mesir serta pemisahan manajemen administrasi dan internal tentang sikap politik, di samping mengembalikan PLO berdasarkan peraturan dan kebijakan yang menjamin persatuan nasional di bawah bendera perlawanan.

Dia menegaskan pihaknya memiliki kesiapan mental dan meteri untuk menghadapi agresi, dan memiliki potensi lebih baik dari sebelumnya. Jihad Islam memprediksi adanya agresi, untuk itu mempersiapkan diri sepanjang waktu. Nakhala menjelaskan bahwa Gaza saat ini merupakan hambatan utama di kawasan dalam masalah perundingan Palestina – Zionis dan Arab – Zionis.

Nakhala mengingatkan adanya rencana departemen perang Zionis untuk menggempur Jalur Gaza. Dia memperkirakan rencana itu dilaksanakan dalam waktu dekat dalam bentuk agresi yang lebih brutal dan berdarah daripada sebelumnya. Dia menegaskan bahwa "kekuatan perlawanan merupakan kendala utama bagi Israel dalam agresi kali ini, di mana perkembangan perlawanan saat ini lebih baik daripada di sebelumnya.

Pemimpin Gerakan Jihad Islam ini menegskan komitmen gerakannya untuk melancarkan balasan atas setiap serangan Israel, sebagai langkah untuk membela diri. Namun pihaknya tidak akan berinisitif melakukan serangan roket pada hari-hari biasa.

Parlemen Palestina Ingatkan Bahaya Abbas Setujui Tawaran Netanyahu

Gaza – Infopalestina: Wakil ketua I parlemen Palestina Dr. Ahmad Bahr memperingatkan presiden demisioner otoritas Palestina Mahmud Abbas akan bahaya menerima tawaran PM Israel Benjamen Netanyahu soal negara Palestina. Ia menegaskan, masalah Palestina bukan bahan untuk permainan politik atau tawar-menawar dalam perundingan murahan.

Dalam salinan pernyataan yang diterima oleh Infopalestina kemarin Jumat (23/4) Dr. Bahr mengatakan, parlemen Palestina mengamati tawaran PM Israel Benjamen Netanyahu soal penerimaannya terhadap gagasan negara Palestina dengan perbatasan sementara sebagai tekanan demi tekanan bagi Palestina . Apalagi Israel menghindari pembicaraan soal Jerusalem (Al-Quds) dan masalah-masalah penting mendasar untuk memberikan kesan dalam kunjungan delegasi Amerika untuk Timteng Michael terakhir.

“Parlemen Palestina melihat tawaran Israel yang baru ini sangat berbahaya bertepatan dengan kedatangan Micthael ke Timteng,”

Bahr menegaskan, masalah Palestina bukan bahan untuk permainan politik atau tawar-menawar perundingan murahan. Siapapun meski tinggi kedudukannya, ia tidak layak mempermainkan hak-hak Palestina yang pasti atau mengalah dari prinsip dasar nasional Palestina. Sebab masalah Palestina sudah menimbulkan puluhan ribu korban gugur dan luka-luka.

Bahr mengajar Abbas untuk tidak tunduk kepada fasilitas dan kemudahan dari Israel dan Amerika yang menipu. Termasuk dari Netanyahu yang belakangan membebaskan sejumlah tahanan dan membuka sejumlah perlintasan militer di Tepi Barat untuk merayu otoritas Palestina kembali melakukan perundingan tidak langsung.

Bahr berujar, perundingan apapun baik langsung atau tidak pasti akan memberikan jaringan pengaman penuh bagi politik yahudisasi, pengusiran, pembangunan pemukiman, perampasan tanah, hak, dan tempat suci yang dilakukan Israel. Perundingan justru akan memudahkan jalan menuju penyelamatan penuh terhadap rencana Israel di atas. Selain itu, jarak antara otoritas Palestina dengan rakyatnya akan semakin jauh sehingga harapan akan menyatukan barisan internal Palestina akan semakin jauh pula.

Bahr menilai bahwa lawatan kunjungan Mitchael yang baru ke Timteng hanya merupakan tekanan terhadpa Palestina dan alarm akan hancurnya bangsa Palestina. Sebab Amerika hanya tunduk kepada keputusan dan sikap Israel dalam masalah berlanjutnya pembangunan pemukiman yahudi di Al-Quds.

Untuk keluar dari dilematis saat ini, Otoritas Palestina bisa mengambil sejumlah keputusan berani yang menantang veto Amerika dalam mewujudkan rekonsiliasi Palestina dan menerima prinsip partner politik dalam mememerintah Palestina serta menerima proyek nasional Palestina yang hakiki hingga penjajahan Israel berakhir dan jauh dari dikte asing.

Liga Arab Akan Tuntut PBB untuk Menganulir Keputusan Israel Mengusir Warga Palestina

Kairo – Infopalestina: Liga Arab menegaskan, pihaknya sudah memulai bergerak ke PBB dan organisasi-organisasi dunia untuk menganulir keputusan militer bernomer 1650 Israel mengusir ribuan warga Palestina dari Tepi Barat.

Asisten Sekjen untuk urusan Palestina dan wilayah Arab di Liga Arab Muhammad Shabih menegaskan kepada wartawan kemarin (23/4) bahwa Liga Arab sudah mulai mengontak sejumlah kelompok terutama dubes-dubes Arab di PBB dan Jenewa untuk memantau masalah ini dan menggelar sejumlah pertemuan secepatnya untuk menganulir keputusan Israel.

Shabih menegaskan, peran dunia internasional dan tanggungjawab mereka secara langsung dalam menyikapi keputusan Israel yang rasis ini. Sebagaimana dunia pernah bersikap tegas dalam hal yang soal rasisme di Afrika Selatan.

Jordania Serukan Gagalkan Keputusan Israel Mengusir Warga Palestina

Amman – Infopalestina: Ratusan warga Jordania kemarin sore (23/4) ikut serta dalam festival yang diselenggarakan oleh gerakan Islam sebagai pembelaan terhadap tempat suci di Palestina dan menolak keputusan Israel mengusir warga Palestina. acara digelar di kamp pengungsi Husain di pinggirna Amman dengan tajuk “Perang Karamah demi Al-Aqsha”.

Dalam poster mereka menulis “Al-Aqsha kami adalah riil dan hakiki, kuil Israel adalah mitos bohong” “Al-Quds, Gaza, semua Palestina, adalah tanah suci yang tidak boleh mengalah di dalamnya” “jihad adalah jalan kami untuk membebaskan semua tanah Palestina yang dirampas Israel”.

Syekh Hamzah Mansur kepala Majlis Syura Partai Buruh Islam perang Karamah antara Israel dan Jordania sebagai perang kebanggaran dalam sejarah umat Islam. “Perlawanan telah berhasil mematahkan musuh dan pantang menyerah atau perundingan. Bahkan semangat keimanan kelompok perlawanan yang membangkitkan umat setelah kekalahan dalam perang tahun 1967.”

Mansur menegaskan, konflik internal Palestina, konspirasi dan perjanjian Cam David dan sebagian faksi ikut dalam perundingan dan mengalah kepada Israel telah menyebabkan kemunduran peran perlawanan dalam membebaskan tanah Palestina.

Para peserta festival meneriakkan yel-yel “Jordania tanah penghimpunan, Aqsha tanah kemuliaan, dari Al-Quds penghormatan bagi perang Al-Karamah,”

Guru besar ilmu politik di Universitas Jordania, Prof. Gazi Rababiah dalam sambutannya menyampaikan perhormatan kepada mujahidin perlawanan di Palestina terutama di Gaza.

Ia mengatakan, “Umat Islam tidak akan bisa mewujudkan apa yang sudah dicapai dalam perang Al-Karamah kecuali jika melakukan perlawanan dan memerangi yahudi. “Sejarah mengajarkan kepada kita bahwa kekalahan pasti akan dialami oleh pegecut dan kemenangan pasti berpihak kepada kelompok perlawanan yang pemberani,”. Karenanya, Israel menyerukan kepada umat untuk mendukung perlawanan Palestina. (bn-bsyr)

Austria: Harus Ada Solidaritas Tahanan Yang Fenomenal

Viena – Infopalestina: Aktivis HAM di Viena menegaskan, di Austria kini sedang digalakkan aksi solidaritas untuk tahanan Palestina di penjara Israel dengan melibatkan lembaga-lembaga swasta dan non pemerintah.

Aksi yang digelar sejak 17 April lalu merupakan aksi terbesar yang belum ada sebelumnya. QudsPress edisi kemarin (23/4) melansir penegasan aktivis HAM dari Human Friends Internasional bahwa advokat HAM dan keadilan di Eropa menilai pentingnya mengefektifkan masalah tahanan Palestina dan memecah kebisuan dunia terhadap masalah mereka. Apalagi Israel sengaja menutupi tindakan kejahatan mereka terhadap tahanan Palestina.

Aktvis HAM di Austria kali ini menfokuskan kepada dimensi pelanggaran Israel terhadap hukum internasional dan HAM pada kasus tahanan Palestina. Mereka berjanji akan menciptakan opini public di dunia Eropa agar mereka memiliki kepedulian moral dan membela korban pelanggaran HAM.

Sejumlah kegiatan digelar dalam hal ini misalnya, seminar solidaritas tahanan Palestina dan peringatan tahun tahanan Palestina di Eropa.

Akademisi Austria dan pengamat anti rasis Aoliver Hasyim Zadah menyampaikan dalam seminar di atas soal sisi penderitaan tahanan Palestina di penjara Israel, pelanggaran Israel terhadap hukum internasional dan hak tahanan yang dijamin oleh konvensi Jenewa IV.

Hadir sebagai pembicara dan pemberi sambutan sejumlah pakar dan tokoh. Misalnya Dr. Abdullah Al-Asyal guru besar ilmu hukum internasional di Universitas Amerika di Kairo, seniman Italia John Falisi dan aktivis Amerika Paula Adamez Haurani, aktivis Jerman.

Para pembicara menyampaikan kondisi menyedihkan dan tragis tahanan Palestina di penjara Israel yang bisa menyebabkan kemarian akibat siksaan fisik dan psikis. Mereka meminta agar dunia internasional melakukan intervensi segera terutama dari DK PBB dan Palang Merah Internasional untuk menyelamatkan nyawa tahanan. Mereka harus menekan Israel agar memenuhi tuntutan tahanan Palestina yang sudah sesuai dengan kesepakatan Jenewa VI. Bahkan seharusnya mereka dibebaskan karena mereka tawanan perang dan ditangkap tanpa dasar hukum. (bn-bsyr)

Aktivis HAM di Viena menegaskan, di Austria kini sedang digalakkan aksi solidaritas untuk tahanan Palestina di penjara Israel dengan melibatkan lembaga-lembaga swasta dan non pemerintah.

Aksi yang digelar sejak 17 April lalu merupakan aksi terbesar yang belum ada sebelumnya. QudsPress edisi kemarin (23/4) melansir penegasan aktivis HAM dari Human Friends Internasional bahwa advokat HAM dan keadilan di Eropa menilai pentingnya mengefektifkan masalah tahanan Palestina dan memecah kebisuan dunia terhadap masalah mereka. Apalagi Israel sengaja menutupi tindakan kejahatan mereka terhadap tahanan Palestina.

Aktvis HAM di Austria kali ini menfokuskan kepada dimensi pelanggaran Israel terhadap hukum internasional dan HAM pada kasus tahanan Palestina. Mereka berjanji akan menciptakan opini public di dunia Eropa agar mereka memiliki kepedulian moral dan membela korban pelanggaran HAM.

Sejumlah kegiatan digelar dalam hal ini misalnya, seminar solidaritas tahanan Palestina dan peringatan tahun tahanan Palestina di Eropa.

Akademisi Austria dan pengamat anti rasis Aoliver Hasyim Zadah menyampaikan dalam seminar di atas soal sisi penderitaan tahanan Palestina di penjara Israel, pelanggaran Israel terhadap hukum internasional dan hak tahanan yang dijamin oleh konvensi Jenewa IV.

Hadir sebagai pembicara dan pemberi sambutan sejumlah pakar dan tokoh. Misalnya Dr. Abdullah Al-Asyal guru besar ilmu hukum internasional di Universitas Amerika di Kairo, seniman Italia John Falisi dan aktivis Amerika Paula Adamez Haurani, aktivis Jerman.

Para pembicara menyampaikan kondisi menyedihkan dan tragis tahanan Palestina di penjara Israel yang bisa menyebabkan kemarian akibat siksaan fisik dan psikis. Mereka meminta agar dunia internasional melakukan intervensi segera terutama dari DK PBB dan Palang Merah Internasional untuk menyelamatkan nyawa tahanan. Mereka harus menekan Israel agar memenuhi tuntutan tahanan Palestina yang sudah sesuai dengan kesepakatan Jenewa VI. Bahkan seharusnya mereka dibebaskan karena mereka tawanan perang dan ditangkap tanpa dasar hukum. (bn-bsyr)

Wakaf Palestina Ingatkan Bahaya Proyek Taman Talmud

Tulisan Ini Berasal Dari http://www.voa-islam.com/lintasberita/infopalestina/2010/04/24/5425/wakaf-palestina-ingatkan-bahaya-proyek-taman-talmud/

Gaza – Infopalestina: Menteri wakaf dan urusan agama Palestina yang juga ketika Komite Al-Quds Dr. Thalib Abu Sya’r mengingatkan bahaya eskalasi pelanggaran-pelanggaran Israel terhadap kota Jerusalem (Al-Quds). Ia mengisyaratkan, tindakan Israel dalam hal ini berusaha mengepung masjid Al-Aqsha dengan taman-taman Talmud sebagai bagian dari proyek yahudisasi kota suci ini dan menggusur masjid Al-Aqsha.

Dalam salinan pernyataan persnya kemarin Jumat (23/4) Abu Sya’r menjelaskan bahwa Israel sedang menfokuskan aktivitasnya sejak beberapa tahun lalu menerapkan proyek illegal di wilayah sekitar dan dekat masjid Al-Aqsha, terutama di wilayah lembah Jaoz dan lembah Qadran sepanjang perempatan Shawanah dan lembaga Silwan.

Ia menjelaskan, proyek yahudisasi Israel dilakukan dengan rencana yang sistematis dan integral dengan tujuan mengepung masjid Al-Aqsha dengan membuat Sembilan taman nasional Talmud yang disebut “Taman Taurat”. Proyek ini sudah pasti mengancam kota Jerusalem (Al-Quds) dan masjid Al-Aqsha secara khusus.

Ketua Komite Al-Quds ini menegaskan, Israel terus menerus secara cepat menciptakan realitas di lapangan. Kini Israel sedang membangun kawasan yang luas di dua wilayah di timur masjid Al-Aqsha; wilayah I di dataran rendah lembaga Jaoz sepanjang persimpangan Shawanah di bawah wilayah Hisbah hingga sinagog Jasmaniah.

Menteri Palestina ini menambahkan, tindakan Israel ini menciptakan perubahan demografi dan geografi di kota Jerusalem melalui pembangunan unit-unit pemukiman yahudi disamping pembangunan tembok khusus di sana. (bn-bsyr)