Selamat Datang Ke Blog Imajinasiku Blog Ini Semua Beritanya Tentang Palestina Dan Saya Minta Commentnya Yaa

Menurut Anda Bagaimana Blog Ini


Hallo Nama Saya Reza Yg Kini Kelas 5 Yg Akan Naik Kelas Ke Kelas 6,Dan Bagi Pembaca Blog Ini Saya Minta Commentnya Yaa

Cari Blog Ini

Laman

Powered By Blogger

Sabtu, 01 Mei 2010

Bentrokan di al Quds Karena Pelecehan Nabi Oleh Pemukim Yahudi

Alquds – Infopalestina: Sebuah bentrokan sengit terjadi Sabtu (24/4) malam antara warga al Quds dan pendatang pemukim Yahudi di kampung Syaikh Jarah di kota al Quds, setelah para pemukim pendatang Yahudi melakukan pelecehan terhadap Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam, untuk memprovokasi perasaan kaum muslimin di kawasan.

Sekitar 120 pemukim pendatang Zionis menyerbu kampung Syaikh Jarah di timur al Quds, dengan dalih menunaikan ritual Talmud. Mereka meneriakkan slogan-slogan yang melecehkan Islam dan kaum muslimin dan menghina Rasulullah Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam.

Salah seorang penuduk kampung Syaikh Jarah, Nasher al Ghawi, menegaskan warga terprovokasi oleh tindakan para pemukim pendatang Zionis. Sementara para pemuda berbondang-bondong dari seluruh al Quds menuju lokasi untuk membela Nabi mereka.

Para saksi mata mengatakan puluhan warga al Quds menghadang para pemukim pendatang Zionis untuk menghentikan aksi provokasi mereka. Hal ini mengakibatkan terjadinya bentrokan tangan dan tongkat antara mereka. pasukan Israel dalam jumlah besar segera dikerahkan dan menyerang warga Palestina al Quds untuk memberikan perlindungan kepada para pemukim pendatang Zionis.

Disebutkan sejumlah pemukim Zionis terluka akibat terkena pukulan tongkat dan batu dari warga kampung Syaikh Jarah. Sumber-sumber lokal menegaskan listrik di sebagian lokasi yag dikuasai pemukim Zionis padam. Diperkirakan warga melakukan pemutusan kabel listrik ke daerah tersebut sebagai aksi balasan atas penghinaan terhadap Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam.

Jihad Islam Tegaskan Sikapnya Selaras dengan Hamas

Damaskus – Infopalestina: Wakil Sekretaris Jenderal Gerakan Jihad Islam Ziyad Nakhala mengatakan, "Ada keselarasan dan terkoordinasi di lapangan dalam sikap dengan Gerakan Perlawanan Islam Hamas. Dia mengungkapkan ada usaha untuk membentuk tim operasi untuk memimpin periode mendatang."

Nakhala menyerukan untuk perumusan kembali draf proposal rekonsiliasi yang diajukan Mesir serta pemisahan manajemen administrasi dan internal tentang sikap politik, di samping mengembalikan PLO berdasarkan peraturan dan kebijakan yang menjamin persatuan nasional di bawah bendera perlawanan.

Dia menegaskan pihaknya memiliki kesiapan mental dan meteri untuk menghadapi agresi, dan memiliki potensi lebih baik dari sebelumnya. Jihad Islam memprediksi adanya agresi, untuk itu mempersiapkan diri sepanjang waktu. Nakhala menjelaskan bahwa Gaza saat ini merupakan hambatan utama di kawasan dalam masalah perundingan Palestina – Zionis dan Arab – Zionis.

Nakhala mengingatkan adanya rencana departemen perang Zionis untuk menggempur Jalur Gaza. Dia memperkirakan rencana itu dilaksanakan dalam waktu dekat dalam bentuk agresi yang lebih brutal dan berdarah daripada sebelumnya. Dia menegaskan bahwa "kekuatan perlawanan merupakan kendala utama bagi Israel dalam agresi kali ini, di mana perkembangan perlawanan saat ini lebih baik daripada di sebelumnya.

Pemimpin Gerakan Jihad Islam ini menegskan komitmen gerakannya untuk melancarkan balasan atas setiap serangan Israel, sebagai langkah untuk membela diri. Namun pihaknya tidak akan berinisitif melakukan serangan roket pada hari-hari biasa.

Parlemen Palestina Ingatkan Bahaya Abbas Setujui Tawaran Netanyahu

Gaza – Infopalestina: Wakil ketua I parlemen Palestina Dr. Ahmad Bahr memperingatkan presiden demisioner otoritas Palestina Mahmud Abbas akan bahaya menerima tawaran PM Israel Benjamen Netanyahu soal negara Palestina. Ia menegaskan, masalah Palestina bukan bahan untuk permainan politik atau tawar-menawar dalam perundingan murahan.

Dalam salinan pernyataan yang diterima oleh Infopalestina kemarin Jumat (23/4) Dr. Bahr mengatakan, parlemen Palestina mengamati tawaran PM Israel Benjamen Netanyahu soal penerimaannya terhadap gagasan negara Palestina dengan perbatasan sementara sebagai tekanan demi tekanan bagi Palestina . Apalagi Israel menghindari pembicaraan soal Jerusalem (Al-Quds) dan masalah-masalah penting mendasar untuk memberikan kesan dalam kunjungan delegasi Amerika untuk Timteng Michael terakhir.

“Parlemen Palestina melihat tawaran Israel yang baru ini sangat berbahaya bertepatan dengan kedatangan Micthael ke Timteng,”

Bahr menegaskan, masalah Palestina bukan bahan untuk permainan politik atau tawar-menawar perundingan murahan. Siapapun meski tinggi kedudukannya, ia tidak layak mempermainkan hak-hak Palestina yang pasti atau mengalah dari prinsip dasar nasional Palestina. Sebab masalah Palestina sudah menimbulkan puluhan ribu korban gugur dan luka-luka.

Bahr mengajar Abbas untuk tidak tunduk kepada fasilitas dan kemudahan dari Israel dan Amerika yang menipu. Termasuk dari Netanyahu yang belakangan membebaskan sejumlah tahanan dan membuka sejumlah perlintasan militer di Tepi Barat untuk merayu otoritas Palestina kembali melakukan perundingan tidak langsung.

Bahr berujar, perundingan apapun baik langsung atau tidak pasti akan memberikan jaringan pengaman penuh bagi politik yahudisasi, pengusiran, pembangunan pemukiman, perampasan tanah, hak, dan tempat suci yang dilakukan Israel. Perundingan justru akan memudahkan jalan menuju penyelamatan penuh terhadap rencana Israel di atas. Selain itu, jarak antara otoritas Palestina dengan rakyatnya akan semakin jauh sehingga harapan akan menyatukan barisan internal Palestina akan semakin jauh pula.

Bahr menilai bahwa lawatan kunjungan Mitchael yang baru ke Timteng hanya merupakan tekanan terhadpa Palestina dan alarm akan hancurnya bangsa Palestina. Sebab Amerika hanya tunduk kepada keputusan dan sikap Israel dalam masalah berlanjutnya pembangunan pemukiman yahudi di Al-Quds.

Untuk keluar dari dilematis saat ini, Otoritas Palestina bisa mengambil sejumlah keputusan berani yang menantang veto Amerika dalam mewujudkan rekonsiliasi Palestina dan menerima prinsip partner politik dalam mememerintah Palestina serta menerima proyek nasional Palestina yang hakiki hingga penjajahan Israel berakhir dan jauh dari dikte asing.

Liga Arab Akan Tuntut PBB untuk Menganulir Keputusan Israel Mengusir Warga Palestina

Kairo – Infopalestina: Liga Arab menegaskan, pihaknya sudah memulai bergerak ke PBB dan organisasi-organisasi dunia untuk menganulir keputusan militer bernomer 1650 Israel mengusir ribuan warga Palestina dari Tepi Barat.

Asisten Sekjen untuk urusan Palestina dan wilayah Arab di Liga Arab Muhammad Shabih menegaskan kepada wartawan kemarin (23/4) bahwa Liga Arab sudah mulai mengontak sejumlah kelompok terutama dubes-dubes Arab di PBB dan Jenewa untuk memantau masalah ini dan menggelar sejumlah pertemuan secepatnya untuk menganulir keputusan Israel.

Shabih menegaskan, peran dunia internasional dan tanggungjawab mereka secara langsung dalam menyikapi keputusan Israel yang rasis ini. Sebagaimana dunia pernah bersikap tegas dalam hal yang soal rasisme di Afrika Selatan.

Jordania Serukan Gagalkan Keputusan Israel Mengusir Warga Palestina

Amman – Infopalestina: Ratusan warga Jordania kemarin sore (23/4) ikut serta dalam festival yang diselenggarakan oleh gerakan Islam sebagai pembelaan terhadap tempat suci di Palestina dan menolak keputusan Israel mengusir warga Palestina. acara digelar di kamp pengungsi Husain di pinggirna Amman dengan tajuk “Perang Karamah demi Al-Aqsha”.

Dalam poster mereka menulis “Al-Aqsha kami adalah riil dan hakiki, kuil Israel adalah mitos bohong” “Al-Quds, Gaza, semua Palestina, adalah tanah suci yang tidak boleh mengalah di dalamnya” “jihad adalah jalan kami untuk membebaskan semua tanah Palestina yang dirampas Israel”.

Syekh Hamzah Mansur kepala Majlis Syura Partai Buruh Islam perang Karamah antara Israel dan Jordania sebagai perang kebanggaran dalam sejarah umat Islam. “Perlawanan telah berhasil mematahkan musuh dan pantang menyerah atau perundingan. Bahkan semangat keimanan kelompok perlawanan yang membangkitkan umat setelah kekalahan dalam perang tahun 1967.”

Mansur menegaskan, konflik internal Palestina, konspirasi dan perjanjian Cam David dan sebagian faksi ikut dalam perundingan dan mengalah kepada Israel telah menyebabkan kemunduran peran perlawanan dalam membebaskan tanah Palestina.

Para peserta festival meneriakkan yel-yel “Jordania tanah penghimpunan, Aqsha tanah kemuliaan, dari Al-Quds penghormatan bagi perang Al-Karamah,”

Guru besar ilmu politik di Universitas Jordania, Prof. Gazi Rababiah dalam sambutannya menyampaikan perhormatan kepada mujahidin perlawanan di Palestina terutama di Gaza.

Ia mengatakan, “Umat Islam tidak akan bisa mewujudkan apa yang sudah dicapai dalam perang Al-Karamah kecuali jika melakukan perlawanan dan memerangi yahudi. “Sejarah mengajarkan kepada kita bahwa kekalahan pasti akan dialami oleh pegecut dan kemenangan pasti berpihak kepada kelompok perlawanan yang pemberani,”. Karenanya, Israel menyerukan kepada umat untuk mendukung perlawanan Palestina. (bn-bsyr)

Austria: Harus Ada Solidaritas Tahanan Yang Fenomenal

Viena – Infopalestina: Aktivis HAM di Viena menegaskan, di Austria kini sedang digalakkan aksi solidaritas untuk tahanan Palestina di penjara Israel dengan melibatkan lembaga-lembaga swasta dan non pemerintah.

Aksi yang digelar sejak 17 April lalu merupakan aksi terbesar yang belum ada sebelumnya. QudsPress edisi kemarin (23/4) melansir penegasan aktivis HAM dari Human Friends Internasional bahwa advokat HAM dan keadilan di Eropa menilai pentingnya mengefektifkan masalah tahanan Palestina dan memecah kebisuan dunia terhadap masalah mereka. Apalagi Israel sengaja menutupi tindakan kejahatan mereka terhadap tahanan Palestina.

Aktvis HAM di Austria kali ini menfokuskan kepada dimensi pelanggaran Israel terhadap hukum internasional dan HAM pada kasus tahanan Palestina. Mereka berjanji akan menciptakan opini public di dunia Eropa agar mereka memiliki kepedulian moral dan membela korban pelanggaran HAM.

Sejumlah kegiatan digelar dalam hal ini misalnya, seminar solidaritas tahanan Palestina dan peringatan tahun tahanan Palestina di Eropa.

Akademisi Austria dan pengamat anti rasis Aoliver Hasyim Zadah menyampaikan dalam seminar di atas soal sisi penderitaan tahanan Palestina di penjara Israel, pelanggaran Israel terhadap hukum internasional dan hak tahanan yang dijamin oleh konvensi Jenewa IV.

Hadir sebagai pembicara dan pemberi sambutan sejumlah pakar dan tokoh. Misalnya Dr. Abdullah Al-Asyal guru besar ilmu hukum internasional di Universitas Amerika di Kairo, seniman Italia John Falisi dan aktivis Amerika Paula Adamez Haurani, aktivis Jerman.

Para pembicara menyampaikan kondisi menyedihkan dan tragis tahanan Palestina di penjara Israel yang bisa menyebabkan kemarian akibat siksaan fisik dan psikis. Mereka meminta agar dunia internasional melakukan intervensi segera terutama dari DK PBB dan Palang Merah Internasional untuk menyelamatkan nyawa tahanan. Mereka harus menekan Israel agar memenuhi tuntutan tahanan Palestina yang sudah sesuai dengan kesepakatan Jenewa VI. Bahkan seharusnya mereka dibebaskan karena mereka tawanan perang dan ditangkap tanpa dasar hukum. (bn-bsyr)

Aktivis HAM di Viena menegaskan, di Austria kini sedang digalakkan aksi solidaritas untuk tahanan Palestina di penjara Israel dengan melibatkan lembaga-lembaga swasta dan non pemerintah.

Aksi yang digelar sejak 17 April lalu merupakan aksi terbesar yang belum ada sebelumnya. QudsPress edisi kemarin (23/4) melansir penegasan aktivis HAM dari Human Friends Internasional bahwa advokat HAM dan keadilan di Eropa menilai pentingnya mengefektifkan masalah tahanan Palestina dan memecah kebisuan dunia terhadap masalah mereka. Apalagi Israel sengaja menutupi tindakan kejahatan mereka terhadap tahanan Palestina.

Aktvis HAM di Austria kali ini menfokuskan kepada dimensi pelanggaran Israel terhadap hukum internasional dan HAM pada kasus tahanan Palestina. Mereka berjanji akan menciptakan opini public di dunia Eropa agar mereka memiliki kepedulian moral dan membela korban pelanggaran HAM.

Sejumlah kegiatan digelar dalam hal ini misalnya, seminar solidaritas tahanan Palestina dan peringatan tahun tahanan Palestina di Eropa.

Akademisi Austria dan pengamat anti rasis Aoliver Hasyim Zadah menyampaikan dalam seminar di atas soal sisi penderitaan tahanan Palestina di penjara Israel, pelanggaran Israel terhadap hukum internasional dan hak tahanan yang dijamin oleh konvensi Jenewa IV.

Hadir sebagai pembicara dan pemberi sambutan sejumlah pakar dan tokoh. Misalnya Dr. Abdullah Al-Asyal guru besar ilmu hukum internasional di Universitas Amerika di Kairo, seniman Italia John Falisi dan aktivis Amerika Paula Adamez Haurani, aktivis Jerman.

Para pembicara menyampaikan kondisi menyedihkan dan tragis tahanan Palestina di penjara Israel yang bisa menyebabkan kemarian akibat siksaan fisik dan psikis. Mereka meminta agar dunia internasional melakukan intervensi segera terutama dari DK PBB dan Palang Merah Internasional untuk menyelamatkan nyawa tahanan. Mereka harus menekan Israel agar memenuhi tuntutan tahanan Palestina yang sudah sesuai dengan kesepakatan Jenewa VI. Bahkan seharusnya mereka dibebaskan karena mereka tawanan perang dan ditangkap tanpa dasar hukum. (bn-bsyr)

Wakaf Palestina Ingatkan Bahaya Proyek Taman Talmud

Tulisan Ini Berasal Dari http://www.voa-islam.com/lintasberita/infopalestina/2010/04/24/5425/wakaf-palestina-ingatkan-bahaya-proyek-taman-talmud/

Gaza – Infopalestina: Menteri wakaf dan urusan agama Palestina yang juga ketika Komite Al-Quds Dr. Thalib Abu Sya’r mengingatkan bahaya eskalasi pelanggaran-pelanggaran Israel terhadap kota Jerusalem (Al-Quds). Ia mengisyaratkan, tindakan Israel dalam hal ini berusaha mengepung masjid Al-Aqsha dengan taman-taman Talmud sebagai bagian dari proyek yahudisasi kota suci ini dan menggusur masjid Al-Aqsha.

Dalam salinan pernyataan persnya kemarin Jumat (23/4) Abu Sya’r menjelaskan bahwa Israel sedang menfokuskan aktivitasnya sejak beberapa tahun lalu menerapkan proyek illegal di wilayah sekitar dan dekat masjid Al-Aqsha, terutama di wilayah lembah Jaoz dan lembah Qadran sepanjang perempatan Shawanah dan lembaga Silwan.

Ia menjelaskan, proyek yahudisasi Israel dilakukan dengan rencana yang sistematis dan integral dengan tujuan mengepung masjid Al-Aqsha dengan membuat Sembilan taman nasional Talmud yang disebut “Taman Taurat”. Proyek ini sudah pasti mengancam kota Jerusalem (Al-Quds) dan masjid Al-Aqsha secara khusus.

Ketua Komite Al-Quds ini menegaskan, Israel terus menerus secara cepat menciptakan realitas di lapangan. Kini Israel sedang membangun kawasan yang luas di dua wilayah di timur masjid Al-Aqsha; wilayah I di dataran rendah lembaga Jaoz sepanjang persimpangan Shawanah di bawah wilayah Hisbah hingga sinagog Jasmaniah.

Menteri Palestina ini menambahkan, tindakan Israel ini menciptakan perubahan demografi dan geografi di kota Jerusalem melalui pembangunan unit-unit pemukiman yahudi disamping pembangunan tembok khusus di sana. (bn-bsyr)

Jumat, 23 April 2010

Yordania Larang Pawai Anti Pengusiran Palestina

Amman – Infopalestina: Pihak berwenang Yordania menolak untuk mengizinkan Front Amal Islami mengadakan rapat akbar dimaksudkan untuk menolak keputusan penjajah Israel yang mengusir ribuan warga Palestina dari Tepi Barat.

Sekretaris Jenderal Fron Amal Islami, Dr. Ishak Farhan telah menerima surat dari gubernur ibukota, Samir Mubyadhin, mengenai masalah ini pada hari Rabu, kemarin, yang memberitahukan tidak menyetujui permintaan partai, tanpa menjelaskan alasan penolakan izin tersebut.

Sedianya pawai akbar ini akan dilaksanakan selesai shalat Jum’at, besok, dari masjid al Husaini di pusat kota menuju lapangan Amanah Amman di derah Ras al Ain. Aksi ini mengusung tema "Katakan Tidak untuk Pengusiran, Tidak untuk Tanah Air Pengganti dan Ya untuk Hak Kembali."

Sekretaris Partai Mohammad Akil mengecam penolakan pemerintah menyetujui aksi ini. Dia mengatakan, "Partai ingin menanggapi keputusan pengusiran yang dilakukan zionis, yang meliputi pengusiran sekitar 100 ribu warga Palestina dari Tepi Barat." Dia menyatakan bahwa pimpinan partai telah mengambil keputusan untuk mengadakan pawai akbar, melihat seriusnya kondisi saat ini yang menuntut adanya gerakan massa secara sungguh-sungguh, yang menjamin perlawanan terhadap ancaman Zionis dan mengubur ide tanah air alternatif.

Akil mengatakan, "Sikap resmi yang dinyatakan setelah perkembangan ini belum sampai pada taraf ancaman. Hal itu menuntut adanya gerakan massa yang efektif. "Saya tidak bisa menjelaskan respon pemerintah ini dalam kondisi yang kritis seperti sekarang,” ungkapnya. (asw)

Serdadu Israel Aniaya Bocah Palestina Dekat Hebron

Hebron – Infopalestina: Serdadu Zionis melakukan penganiayaan terhadap bocah Palestina berusia kurang dari 15 tahun dengan memukulnya sangat keras dan memaksanya minum air limbah saat ditangkap di pintu masuk ke kota Beit Omar, utara Hebron, selatan Tepi Barat.

Sejak enam hari lalu penjajah Zionis Israel memberlakukan blokade ketat terhadap kota Beit Omar, menutup semua pintu masuk dengan gerbang besi dan balok beton, menghambat kebebasan aktivitas keluar dan masuk.

Sabri Ibrahim Awad (15 tahun) menjelaskan rincian penganiayaan yang dialaminya Jum’at lalu. Dia mengatakan kepada aljazeera, anggota patroli Israel menghentikannya di pintu masuk ke desa dan mengikat tangannya di belakang, kemudian membawanya ke sebuah jip militer dan memukulinya.

Sabri mengatakan tentara Israel menghentikannya di dekat pintu masuk ke kota ketika ia menuju pawai solidaritas untuk para tahanan. Kemudian dia digunakan sebagai perisai di depan mereka untuk menghalangi serangan batu yang dilemparkan para pemuda Palestina.

Dia menambahkan para serdadu Israel membawanya di atas jip saat terjadi pelemparan batu ke arah militer Israel, namun dia menolaknya. Kemudian mereka memukulinya di seluruh badanya selama dua jam. Kemudian mereka mencengkeram mulutnya dan memaksanya minum air kotoran yang busuk, diyakini air limbah. Kemudian dia memuntahkannya dan mereka kembali memukulinya.

Sabri menjelaskan bahwa ia masih menderita efek pemukulan tersebut, terutama di kaki dan di wajahnya. Bekar pemukulan terlihat jelas dekat mata kirinya. Dia menyatakan bahwa para serdadu Israel membuka pintu jip dan melemparkan granat ke tanah di dekatnya kemudian pergi menjauhinya. (asw)

Rasyiq: Tekanan Takkan Buat Mundur

Damascus – Infopalestina: Anggota biro politik gerakan perlawanan Islam Hamas, Ezat Rasyiq menegaskan, politik intimidasi dan pemerasan yang diterapkan pada Gaza tidak ada manfaatnya. Hamas tidak akan pernah mengakui kedaulatan Entitas Zionis.

Hamas, ungkap Rasyiq tidak akan mundur dari prinsip-prinsipnya. Ia bahkan menyerukan Washigton mengubah kebijakan politiknya di Timteng dan menghentikan keberpihakanya pada Zionis. Dalam pernyataanya pada koresponden Quds Press, Kamis (22/4) di Damascus, Rasyiq mengingatkan akibat dari kebijakan tersebut, karena melawan arus Palestina, Arab dan Islam yang menginginkan perpecahan Palestina segera diakhiri dengan dicapainya rekonsiliasi nasional.

Terkait rekonsiliasi, Rasyiq mengatakan, saya yakin agenda rekonsiliasi akan terus berjalan ditengah kevakuman pemerintah Ramallah yang terkena Veto Amerika. Sejumlah pihak di Arab sudah menarik dukunganya secara jelas terhadap Mahmud Abbas. Tentu sikap sejumlah negara Arab ini akan memicu ancaman Washington yang akan menghentikan bantuanya senilai 250 juta dollar jika terjadi rekonsiliasi dengan Hamas.

Rasyiq mengatakan, veto inilah yang menyebabkan kesengsaraan sejumlah pihak di Arab yang akan menimpakan hukuman terhadap siapa saja yang melakukan rekonsiliasi dengan Hamas atau meneruskan rekonsiliasi tanpa perubahan dari Mesir. Dengan demikian, tindakan sebagian pihak yang berpegang terhadap draft rekonsiliasi Mesir, pada dasarnya justru untuk menghalangi lajunya rekonsiliasi. Pada hakikatnya mereka tunduk pada persyaratan yang diinginkan Amerika. Mereka meyakini dengan tidak tercapainya rekonsiliasi akan mendapat keuntungan materi dari Amerika dan Zionis. Selain akan mempermudah proses damai yang selalu diusung sejumlah pihak, walau dengan menjual rakyat Palestina ataupun menipunya.

Namun yang perlu diingat, mereka sebenarnya tidak menipu siapa-siapa, kecuali diri mereka sendiri. Karena rakyat Palestina cuci tangan dari semua proyek perdamaian, tegas Rasyiq. (asy)

Israel Tangkap 100 Palestina Dalam 2 Kali 24 jam

Nablus – Infopalestina: Pasukan Zionis kembali meningkatkan eskalasinya menangkapi dan menyerbu kota-kota di Tepi Barat serta wilayah Palestina jajahan 48, beberapa saat setelah mereka mengetatkan penjagaan keamanannya di Tepi Barat selama tiga hari kemarin.

Dalam dua hari ini, serdadu Zionis mekakukan penangkapan besar-besaran, sebanyak 30 warga ditangkap selama dua hari kemarin. 24 orang diantaranya diantaranya ditangkap pada kamis (22/4)

Sementara itu, menurut sumber aktivis kemanusiaan di Tepi Barat mengungkapkan, kepolisian Zionis telah menangkap 70 pekerja Palestina. masing-masing berasal dari kota Haifa, Yava, nazaret, Ummu Fakhm (Palestina 48), disamping mengintimidasi bahkan melukai sejumlah pekerja Palestina dari Jenin dan Betlehem.

Sumber menambahkan, pasukan Zionis menggelar operasi besar-besaran untuk menangkap para pekerja Palestina di sejumlah kota di Palestina 48. Mereka terkonsentrasi di Haifa, Yava, Nazaret dan Ummu Fakhm. Bahkan sejumlah serdadu melakukan penganiayaan terhadap sejumlah pekerja saat penangkapan. Akibatnya sejumlah warga terluka parah. (asy)

Mendagri: Jumlah Warga Gaza Mendekati Satu Juta Jiwa

Gaza – Infopalestina: Departemen dalam negeri Palestina mengatakan, jumlah penduduk Gaza yang sedang terisolasi ini mencapai satu juta jiwa. 200 ribu diantaranya baru lahir dalam empat tahun kemarin. Ia menganggap Zionis bertanggung jawab atas rusaknya alat catatan sipil di Gaza dan Tepi Barat yang mengakitkan data-data yang ada tidak valid dan memungkinkan pemalsuan.

Pernyataan ini diungkapkan deputi dalam negeri Palestina, Kamil Madi pada konferensi pers Kamis (22/4) terkait ulang tahun ke empat depdagri sejak ia menjabat. Dan di tengah blokade Gaza yang telah menghancurkan sejumlah bangunan dan kantor arsip catatan sipil. Disamping pembunuhan terhadap mendagri Palestina, al-Syahid Said Shiyam serta terputusnya aliran listrik di Gaza.

Madi mengatakan, berdasarkan hasil catatan sipil penduduk Palestina di Gaza terungkap, jumlah mereka telah melampau satu juta orang, tepatnya, 1.300.000 jiwa. Jumlah kelahiran bayi di Gaza selama empat tahun terakhir mencapai 220.000 balita.

Sementara itu, pada tahun sebelumnya (2009) tercatat lebih dari 50.000 kelahiran. Berarti rata-rata 170 anak lahir setiap harinya. Sementara pada tahun 2008 lebih dari 52.000 anak baru lahir dan pada tahun 2006-2007, angka kelahiran mencapai 100.000 jiwa. Perbandingan antara yang lahir dan meninggal adalah 8 banding 1 orang.

Ia mengisyaratkan, pihaknya memberikan kemudahan untuk memperoleh akte kelahiran atau SKKB (surat keterangan kelakuan baik) kepada setiap warga Gaza. Surat-surat tersebut dapat diperoleh di setiap kantor pemerintahan selama beberap menit saja. Ia menegaskan, mayoritas warga Palestina di Gaza sudah mengantongi SKKB dan Akte Kelahiran. Hanya sebagian kecil saja yang tidak mendapatkanya, itupun kebanyakan karena tersandung tindak criminal saja.

Unuk memudahkan pencatatan dan pendataan, pihaknya menggunakan jaringan internet dan computer. Lebih dari 20 sistem program elektronik di computer yang bisa diakses setiap instansi departemen dalam negeri di setiap daerah, ungkapnya. (asy)

Muhammad Sauqiyah 30 Bulan Dallam Penjara Zionis

Jenin – Infopalestina: 30 bulan berlalu, milisi Abbas tetap menahan Muhammad Sauqiyah (35 tahun) warga Jenin tanpa kejelasan setatus, walau kedua orang tuanya yang sudah tua renta berusaha semaksimal mungkin untuk membebaskan anaknya.

Apa yang dialami Sauqiyah justru bertambah beratnya penderitaanya di dalam penjara Jericho. Memerlukan waktu yang tak sedikit dan perjuangan panjang kedua orang tuanya untuk mengunjunginya di dalam penjara. Disamping karena letak rumahnya yang jaug dari penjara, juga sulitnya menembus barikade keamanan milisi Abbas. Padahal Sauqiyah adalah satu-satunya tulang punggung kelaurganya. Ia adalah satu-satunya anak yang dimiliki keluarga tersebut yang telah berumur separoh abad lebih.

Demi Keamanan Ia Dipindahkan ke Penjara Lebih Dekat

Keluarga Sauqiyah telah berualng kali meminta pembebasannya. Karena mereka merasa anaknya tidak tersangkut masalah apapun dengan otoritas pemerintah Fatag di Ramallah. Anaknya senantiasa menghormati setiap faksi. Ia terkenal dengan akhlaqnya yang baik. Akan tetapi entah sebab apa, ia dicari oleh pemerintah penjajah . Sepertinya antara penjajah Israel dan pemerintah Ramallah setali tiga uang.

Saat itu, ibunya meminta, anaknya dipindahkan ke Jenin saja, untuk mengurangi beban jarak saat mengunjunginya. Dengan kondisi saat ini, keluarga Sauqi menderita dua kali. Menempuh jarak yang sangat jauh serta melihat kondisi anaknya di dalam penjara Jericho.

Sebelumnya pihak keluarga meminta sejumlah lembaga HAM untuk membebaskan anaknya yang telah mengantongi ijazah S1 bahasa Arab. Ia pun berulang kali ditangkap pasukan Zionis selama beberapa tahun.

Di Dallam Penjara yang Penuh Siksaan

Adapun kondisi Sauqi di dalam penjara, maka tak lebih beruntung. Ia senantiasa mendapatkan penyiksaan yang terus menerus. Ia dituduh aktivis gerakan Hamas. Sejumlah tawanan menceritakan, ia kerap kali disiksa dengan ditelanjangi di tengah dinginnya musim dingin atau ditaroh di atas genting bangunan saat hujan lebat, sepanjang malam.

Ditegaskan ia mendapatkan penderitaaan di dalam penjara selama lebih dari 30 bulan berlalu. Kemudian ia dipindahkan ke penjara Jericho, tanpa memperhatikan kondisi kedua orang tuanya yang sudah tua renta dan sangat kehilangan dengan kepergianya. (asy)

Kamis, 22 April 2010

Tidak Lama Lagi Al Aqsha Hancur

Laporan informasi soal politik pembangunan pemukiman Israel, yahudisasi Al-Quds dan masjid Al-AqshaSejak lama bahaya yang dihadapi Al-Quds dan masjid Al-Aqsha seperti genderan perang. Pada saat bangsa Arab dan umat Islam bermalas-malasan menghadang bahaya Israel ini, penjajah Israel semakin meningkatkan aktivitasnya meyahudikan kota suci ini terang-terangan. Di tengah kondisi menghadapi rencana Israel yang ingin menjadikan tahun 2010 penentuan membangun kuil Solomin di bawah puing-puing masjid Al-Aqsha, kami menyampaikan kepada mereka yang peduli di kalangan media massa laporan ini agar mengetahui gambaran bahaya yang mengancam Al-Quds dan masjid Al-Aqsha. Sebab media sekarang menjadi inti pertempuran sehingga mereka memiliki peran dalam membela Al-Quds dan masjid Al-Aqsha.Berikut laporan tersebut:· Selama 40 tahun lebih dari 24 ribu rumah dan bangunan dihancurkan dan lebih dari 60 ribu unit pemukiman Israel dibangun.· Meski ketegangan realisasi rencana penggalian terowogan Israel di bawah masjid Al-Aqsha sudah sejak tahun 1863 dan aktivitasnya penggaliannya sejak tahun 1967, namun aktivitas itu meningkat sejak awal abad 21 ini. Tapi saat ini akibat penggalian itu sangat krusial dan tidak boleh didiamkan.· Tujuan penggalian Israel dan pembangunan terowongan di bawah masjid Al-Aqsha dan sekitarnya adalah dalam rangka mencari bangunan mitos kuil Solomon.· Israel menanam pemukiman di perkampungan-perkampungan Islam dengan cara menyita tanah mereka dan membangun pemukiman atau dengan cara menghancurkan rumah-rumah.· Wali kota Israel di Jerusalem dari kanan ekstrim Neer Barakat dalam kampanye pemilihan wali kota menggunakan jargon “memerangi pembangunan warga Palestina yang tanpa izin di Al-Quds ,”· Sejumlah resolusi DK PBB dan PBB nya sendiri, termasuk dari UNESCO untuk menghentikan penggalian di bawah masjid namun pemerintah penjajah tidak meresponnya dan terus menerapkan rencana Israel hingga tiang-tiang masjid runtuh.· Di kuartal pertama tahun 2009, termasuk eskalasi paling tinggi dalam aksi pembongkaran dan penggusuran rumah warga Palestina di Al-Quds dan ancaman penghancuran rumah lainnya.· Israel berusaha menjadikan tahun 2010 sebagai tahun penentu pembangunan kuil Solomon ke-III di bawah reruntuhan masjid Al-Aqsha. Ada sejumlah organisasi zionis berusaha meletakkan batu pertama kuil itu pada 16 Maret ini setelah diresmikan pembukaan sinagog Haroob pada 15 Maret sehari sebelumnya. Apakah kita siap menjaga Al-Aqsha???
MukadimahDi tengah bungkamnya dunia Arab dan Islam, persetujuan dunia kepada Israel, berlanjutnya Israel dalam rencana jahatnya mencaplok utuh Al-Quds, membersihkan symbol-simbol keislaman dari sana, mengusir warga hingga menggali terowongan di bawah masjid, kami menegaskan bahwa bahaya yang dihadapi Al-Quds seperti genderan perang.Melalui laporan ini, kami ingin focus kepada bahaya Israel yang terus berlanjut terhadap kota Al-Quds dan masjid Aqsha. Kami sampaikan realitas-realitas sejarah tentang kejahatan Israel di tempat-tempat suci Islam di Al-Quds. Bahkan manusia dan batu pun tidak selamat dari bahaya ini.Pertama; masjid Al-Aqsha dalam bidikan zionis Israel1. Kekerasan terhadap masjid Al-Aqsha2. Penggalian di sekitar masjid Al-Aqsha3. Kelompok ekstrim zionis yahudi untuk penghancuran masjid Al-AqshaKedua; kota Al-Quds di bawah permusuhan zionis Israel1. Pemukiman dan kekerasan zionis Israel2. Warga Al-Quds, antara rumah tinggalnya dengan pengusiran3. Tembok pemisah rasial IsraelKetiga; Keputusan dan rencana historis;1. Rencana historis penting2. Keputusan yahudisasi3. Resolusi dunia internasional.Pertama; Masjid Al-Aqsha dalam bidikan zionis IsraelMasjid Al-Aqsha yang dimaksud adalah komplek tertutup yang terletak di dalam pagar-pagar Al-Quds di sisi timurnya. Pagar-pagar bagian timur Al-Aqsha bersatu dengan pagar-pagar kota Al-Quds dan pagar bagian selatannya lebih panjang dari separuhnya di sebelah timur. Masjid ini berbentuk segiempat yang tidak simetris. Sisi barat sepanjang 491 M dan sisi timur 462 M, sisi selatan 281 M dan sisi utara 330 M.Allah menjaga batas-batas masjid Al-Aqsha. Tak seorang pun melanggarnya. Sepanjang sejarah kaum muslimin baik di pemerintahan Ayyubiah dan Mamalik memperkuat batas-batas masjid. Mereka membangun pagar-pagar sebelah utara dan barat dan tiang tinggi serta sekolah-sekolah dan bangunan besar.Namun sejak menjejakkan kakinya di tanah Palestina, penjajah Israel mulai melancarkan rencananya mencari mitos kuil Solomon dengan cara melakukan sejumlah kejahatan terhadap kehormatan masjid Al-Aqsha dan terhadap jamaah shalat, melakukan panggalian secara terorganisir di sekitar masjid, membangun terowongan-terowongan panjang untuk membangun mesium di bawah masjid.Berikut rinciannya:1. Kejahatan-kejahatan terhadap masjid Al-AqshaHari ini masjid Al-Aqsha mengalami masa paling krusial akibat rencana jahat Israel yang ingin meyahudikanya, mengubah tanda-tandanya hingga menghancurkannya. Dalam menerapkan rencana itu, Israel tidak pernah istirahat meski sehari. Berikut pelanggaran paling besar yang dilakukan Israel terhadap masjid Al-Aqsha:16/7/1948: warga yahudi menyerang masjid Al-Aqsha. Melalui pesawat tempurnya, mereka mengebom masjid dengan 60 bom salah satunya mengenai kubah Shokhroh dan lainnya mengenai masjid utama Al-Aqsha.7/6/1967: Pasukan Israel memasang dan mengibarkan bendera di atas kubah Shakrah dan saat itu tembok Al-Barraq diambil alih.15/8/1967: Rabi terbesar di pasukan Israel Shalomo Garon dan 50 pengikutnya melakukan ritual di halaman masjid Al-Aqsha.21/8/1969: Seorang Yahudi Australia membakar mimbar Shalahuddin. Bagian masjid terbakar akibat ulah ini seluas 1500 M2.22/7/1970: Sekelompok yahudi memasuki masjid Al-Aqsha dan menyanyikan lagu-lagu seruan menghancurkan masjid Al-Aqsha.Mei 1980: Ditemukan bahan peledak jenis TNT seberat lebih dari 1 ton dekat masjid yang disiapkan oleh rabi yahudi Meir Kahana untuk menghancurkan masjid Al-Aqsha.24/2/1982: polisi Israel memperkenankan sejumlah anggota parlemen Israel Knesset melakukan lawatan di dalam masjid Al-Aqsha.11/4/1982: Seorang serdadu Israel menembaki penjaga masjid. Dua dari mereka gugur syahid kemudian disusul bentrokan dengan warga Palestina yang menyebabkan Sembilan warga meninggal syahid.6/5/1982: Penembakan terhadap kubah Shakrah. Di tahun yang sama, seorang aktivis gerakan Kakha Israel berusaha menghancurkan masjid Al-Aqsha namun upaya itu tercium sebelum dilakukan.11/3/1983: Penjaga-penjaga Al-Aqsha menangkap seorang warga yahudi membawa bahan peledak untuk menyerang masjid Al-Aqsha.30/1/1984: tiga granat ditemukan di depan sebuah gerbang masjid Al-Aqsha. Awal Agustus tahun yang sama, penjaga masjid Al-Aqsha menangkap sejumlah warga yahudi yang siap menghancurkan masjid Al-Aqsha.8/10/1990: Pasukan Israel membantai 20 warga Palestina dan melukai 115 lainnya di dalam masjid Al-Aqsha.23/9/1996: Warga Palestina Al-Quds menemukan Israel membangun sebuah terowongan di bawah pagar masjid Al-Aqsha sebelah barat. Warga memprotes keras dan Israel membalas dengan kekerasan hingga delapan warga Palestina gugur syahid.28/9/2000: PM Israel Ariel Sharon menistakan masjid Al-Aqsha dengan memasukinya dengan dikawal polisi. Maka meletuslah Intifadhah Al-Aqsha.apa yang kita perbuat? berdiam dirikah?

Macam2 Jurus Dari Naruto Uzumaki

Kagebunshin No Jutsu,Oodama Rasengan,Rasengan,Oiroke No Jutsu,Kuchiyose No Jutsu,Kumite Katak

Jumat, 26 Maret 2010

Peribahasa

Baru hendak bertunas sudah dipetik. lama2 matilah pokoknya :baru mendapatkan keuntungan sudah di habiskan akhirnya sengsara lagi
Besar diambak. tinggi dianjung : Orang yang kedudukannya tinggi karna dimuliakan pengikutnya
Bermain air basah. Bermain api hangus : setiap pekerjaan ada risikonya
beniaga di ujung lidah : orang pandai yang tak jujur
badak makan anak : orangtua yang membuang anak kandungnya sendiri
di dalam madu berisi empedu : dalam perkataan yang manis2 biasanya ada maksud lain yang tersembunyi
di luar madu. di dalam bagai empedu : dari luar kelihatan bagus tapi kebalikannya
dipanggang tiada hangus : berapa kali menempuh bahaya tapi selalu selamat